.

WelcomeToKahfiBlog Headline Animator

rss

Waktu Di Sini

Showing posts with label IPTEK. Show all posts
Showing posts with label IPTEK. Show all posts

Wednesday, February 10, 2010

Dua Peneliti Jepang Studi Banding ke Sukabumi

Dua Peneliti Jepang Studi Banding ke Sukabumi
ilustrasi panen padi (ANTARA/Andika Wahyu/ss/ama)
Sukabumi (News) - Dua peneliti dari lembaga yang berbeda di Jepang studi banding ke Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) "Mekar Tani" yang mengembangkan metode System of Rice Intensification (SRI) Organik dalam pertaniannya di Kampung Kebon Pedes Desa Jambe Nenggang Kecamatan Kebon Pedes, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin.

Kedua peneliti itu, yakni SVRK Prabhakar, policy recearcher climate policy project dari Institue for Global Environmental Strategies (IGES) dan Daisuke SANO, expert (agriculture sector) Japan International Cooperation Agency (JICA) Change Advisory and Monitoring Mission in Indonesia.


Kedatangan dua peneliti itu menyusul adanya hasil penelitian Prof Dr Iswandi Anas, Guru Besar Biologi Tanah, Institut Pertanian Bogor (IPB) tentang peningkatan produksi padi nasional dan pengurangan emisi gas metan dari sawah melalui penerapan teknologi SRI organik.

SVRK Prabhakar, kepada wartawan, mengatakan, pihaknya datang ke Indonesia, salah satunya Kabupaten Sukabumi untuk melihat langsung petani yang menggunakan metode SRI organik di persawahannya karena hasil penelitian, penerapan metode SRI tersebut dapat mengurangi emisi gas metan (CH4) yang salah satu sebagai pemicu terjadinya pemanasan global (global warming).

"Saya juga ingin mengetahui keuntungan bagi para petani yang menerapkan metode SRI organik," katanya yang merupakan warga asli India.

Hasil dari kajian di Kabupaten Sukabumi, kata dia, akan dikembangkan di sejumlah negara seperti di Filipina, Manila dan India.

Guru Besar Biologi Tanah IPB, Prof. Dr. Iswandi Anas menjelaskan penerapan metode SRI dapat meningkatkan produksi padi secara nasional dan menguntungkan para petaninya.

"Penggunaan metode SRI dapat mengurangi emisi gas metan sebagai salah satu penyumbang pemanasan global. Penerapan metode SRI ini tidak hanya organik saja, tetapi bisa juga an organik dan gabungan organik dan an organik," katanya.

Ia menyebutkan, berdasarkan hasil penelitian ketiganya, baik organik, an organik maupun gabungannya dapat mengurangi sekitar 50 persen emisi gas metan.

Ketua Gapoktan `Mekar Tani`, Ujang Zaenal Mutaqin, mengatakan, penerapan metode SRI organik sangat menguntungkan bagi petani, antara lain, peningkatan produksi hasil pertanian padi, pengurangan pupuk dan pengurangan penggunaan pestisida.

"Dalam satu hektare dapat menghasilkan 6 hingga 10 ton gabah kering pungut (GKP), sedangkan dengan metode pertanian konvensional, hanya menghasilkan 4 hingga 6 ton per hektare," katanya yang telah menerapkan metode SRI sejak tahun 2007 lalu.

Selain itu, penggunaan air dalam penerapan metode SRI ini sangat efisien karena sawah tidak langsung digenangi oleh air seperti di sawah-sawah yang masih konvensional, tetapi menggunakan air hanya di saluran air yang dibuatkan di pinggir-pinggir petakan sawah dengan aliran yang kecil.

"Ini sangat cocok bila musim kemarau, karena penggunaan air hanya sekitar 60 persen dibanding metode konvensional," ujarnya seraya menambahkan penggunaan SRI organik ramah terhadap lingkungan.

Baca Selengkapnya>>

APRSAF-16 Poster Contest

Poster anak Indonesia meraih penghargaan the best poster dalam APRSAF-16 Poster Contest yang diselenggarakan pada tanggal 27 Januari 2010 di Bangkok, Thailand. Poster karya Amanda Rizki Nursidin dari SDI Al Azhar Kemang Pratama Bekasi berhasil menyisihkan 27 poster lainnya yang berasal dari 10 negara termasuk Indonesia yaitu : Australia, Bangladesh, Japan, Malaysia, Nepal, Philipines, Sri Lanka, Thailand, dan Vietnam. Sedangkan tempat kedua dan ketiga diduduki oleh Madihah Zahirah (Malaysia), dan Thanaphol Sopha (Thailand).

Sebelum meraih penghargaan the best poster dalam APRSAF-16 Poster Contest, poster dimaksud telah menduduki peringkat pertama pada kontes poster tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Pusat Peragaan Iptek (PP-IPTEK) pada 6 November 2009 lalu. Ditingkat nasional poster karya Amanda Rizki tersebut menyisihkan 60 poster lain dari 43 sekolah.

Forum Badan-badan antariksa se Asia Pasifik secara rutin menyelenggarakan poster contest ini dengan tujuan pendidikan keantariksaan (space education) salah satunya untuk menanamkan kecintaan anak-anak terhadap dunia antariksa. Tema yang diusung dalam poster contest kali ini yaitu “Our Universe – Great Discoveries”.

Dalam forum disepakati bahwa poster contest akan terus dilanjutkan pada APRSAF-17 nanti dengan tema “Space Technology to Help the Earth”.

Baca Selengkapnya>>

THE 2ND APEC FUTURE SCIENTIST CONFERENCE (AFSC) SEBAGAI WADAH IMPLEMENTASI KEILMUAN BAGI SISWA CERDA

Delegasi Indonesia melalui Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) telah diundang untuk pertama kalinya mengikuti the 2nd APEC Future Scientist Conference (AFSC) di Bangkok pada tanggal 1-6 Februari 2010. Konferensi ini diselenggarakan atas kerjasama antara ekonomi Korea dan Thailand. Direktur PP-IPTEK, Finarya Legoh, memimpin delegasi sekaligus sebagai International Committee dan anggota Dewan Juri. Anggota delegasi terdiri atas : Kepala Sub Divisi Promosi PP-IPTEK, Putu Lia Suryaningsih, sebagai mentor dan pendamping siswa, Sebastian Suwisar dari SMA Kristen BPK Penabur-2 Jakarta Pusat, Ruth Anggayasti Hasita Permana dari SMA Dian Harapan Karawaci – Jawa Barat.

AFSC merupakan kegiatan tahunan khusus bagi siswa cerdas dan berbakat istimewa tingkat SMA yang dimotori oleh Kyungnam University - Korea melalui program APEC Mentoring Center for the Gifted in Science (AMGS), yang merupakan salah satu program dalam APEC ISTWG. Sebagai Chairman AMGS adalah Prof. Sang Chun Lee. Konferensi diikuti oleh 60 orang siswa dan mentor dari 10 ekonomi yang berkepentingan terhadap pengembangan pendidikan anak berbakat, a.l.: Australia, Brunei Darussalam, China, China Taipei, Indonesia, Korea, Malaysia, New Zealand, Phillippines, Taiwan dan Thailand. Tuan rumah kegiatan ini adalah The National Science Museum (NSM) yang terletak di Pathum Thani – Bangkok.

“Sustainable Green Energy & Environmental Solution” merupakan tema konferensi tahun 2010. Para peserta sebelumnya diminta untuk menyiapkan poster secara individu atau tim untuk dipresentasikan di konferensi. Selain itu dibentuk 8 tim kerja yang anggotanya berasal dari berbagai negara, untuk membuat proyek maket rumah masa depan dengan tema “Zero Carbon Eco House” yang dipresentasikan dihadapan dewan juri dengan kriteria : kreativitas, substansi ilmiah, teknik presentasi dan kemampuan komunikasi, serta penyelesaian masalah.

Dalam kegiatan membuat maket rumah, tim yang beranggotakan siswa Indonesia, Sebastian S, berhasil meraih medali emas, dan tim yang beranggotakan Ruth Anggayasti mendapatkan medali perak. Untuk presentasi poster, pemenang terbaik adalah siswa dari Thailand, dengan tema : Membuat Energi dari Sayuran dan Buah-buahan. Prof. Chao Ming Fu dari Taiwan dinobatkan sebagai “Mentor of the Year”.

Karya-karya poster dari siswa peserta AFSC rencananya akan diterbitkan secara internasional melalui APEC Youth Journal.

Dalam konferensi ini, para peserta diajak untuk berbaur dengan siswa dari ekonomi lainnya dengan berbagai kegiatan yang menarik dan menyenangkan. Selain itu para peserta juga diminta untuk memperkenalkan negara dan kebudayaannya masing-masing. Batik, permainan angklung dan kolintang mini disertai video cara pembuatannya disajikan oleh Delegasi Indonesia.

Selain ajang kebudayaan, peserta juga diajak untuk menambah wawasan ipteknya dengan berkunjung dan berkeliling ke The National Science Museum (NSM) dan National Science & Technology Development Agency (NSTDA).

Tahun 2011 Taiwan akan menjadi tuan rumah bagi penyelenggaraan 3rd AFSC yang akan dilaksanakan bulan Maret 2011. Indonesia diharapkan untuk dapat menambah jumlah peserta di tahun mendatang. Ajang AFSC dirasakan besar manfaatnya untuk membangun pencitraan PP-IPTEK dan KNRT, yang dapat digunakan sebagai alat diseminasi dan promosi dalam mengembangkan jalinan kerjasama dengan berbagai pihak. Khusus bagi pengembangan program siswa berbakat, AFSC dapat menjadikan PP-IPTEK sebagai salah satu referensi informasi serta titik temu kegiatan tingkat nasional dan internasional. Bagi siswa, didapat manfaat positif dalam pengembangan diri siswa di berbagai aspek, a.l. : kreativitas, kerjasama, percaya diri, network, dan hubungan persahabatan antar negara.

Baca Selengkapnya>>

Sunday, January 31, 2010

Lacak Tsunami dengan Kabel Internet Bawah Laut


London: Belakangan ini bencana alam kerap menghantui banyak orang di dunia. Terlebih, bencana alam seperti tsunami tak dapat diprediksi jauh hari sebelumnya. Lantaran itulah, sistem peringatan dini tsunami yang akurat sangat diperlukan.

Kini hadir sebuah pendekatan baru mendeteksi tsunami, yakni menggunakan kabel internet bawah laut. Hanya ada lima negara yang masih menggunakan sensor array sebagai sistem peringatan, yaitu Amerika Serikat, Australia, Indonesia, Cile, dan Thailand. Demikian seperti ditulis dalam sebuah artikel di NewScientist, Selasa (26/1).

Tim peneliti yang dipimpin Manoj Nair di Nasional Administrasi Kelautan dan Atmosfer Colorado, Amerika Serikat, mengusulkan cara yang lebih murah mendeteksi tsunami. Yakni, menggunakan kabel telekomunikasi atau internet bawah laut untuk mendeteksi dengan medan listrik. Alat ini diciptakan sebagai muatan garam listrik di air laut yang melewati medan magnet bumi.

Tim Nair menunjukkan bahwa medan listrik yang dihasilkan oleh tsunami saat melanda Asia Tenggara pada Desember 2004, diinduksi tegangan hingga 500 millivolt. Mereka pun berasumsi untuk bisa mendeteksi dengan voltmeter yang diletakkan pada ujung serat optik dan kabel tembaga di dasar Samudra Hindia.

Hanya saja, ide ini masih memiliki keterbatasan. Sebab, kabel internet bawah laut belum dapat menunjukkan lokasi mana yang tepat untuk arah tsunami.
Baca Selengkapnya>>

Tuesday, January 26, 2010

Teknologi Ringankan Tas Tangan Perempuan

Teknologi Ringankan Tas Tangan Perempuan
Ilustrasi
London (ANTARA News) - Perkembangan teknologi membuat tas tangan wanita menjadi jauh lebih ringan, demikian laporan dari perusahaan mode Debenhams.

Jaringan pertokoan asal Inggris ini menjelaskan, dewasa ini rata-rata tas tangan wanita berbobot 1,5 kilogram atau 57 persen lebih ringan dari dua tahun lalu, seperti yang dikutip Paul Casciato dari Reuters Life!

Hal itu diakibatkan lahirnya generasi baru produk-produk iPhone dari Apple Inc. dan Blackberry yang lebih mini, ringan, dan serba guna. Peralatan itu menggantikan perangkat elektronik layaknya komputer jinjing (laptop), telepon seluler (ponsel), pemutar musik yang kini dinilai berbobot berat.

Konsumen tas tangan Debenhams, Sue Tebbitts, mengatakan bahwa dua tahun lalu perempuan membawa beban seberat 3,3 kilogram atau sama dengan tiga setengah bungkus gula, kemana-mana.

"Akhirnya beban yang dipikul perempuan hilang. Terima kasih teknologi," ujar Tebbitts.

Debenham melakukan riset tahunan terhadap penggunaan tas tangan, melibatkan 7.000 perempuan, dan menanyakan secara rinci tentang isi tas mereka, serta bobotnya masing-masing.

Penelitian selama 15 tahun terakhir menyimpulkan bahwa perangkat teknologi komunikasi serba guna ukuran kecil (gadget) adalah yang paling berjasa bagi bahu kaum hawa tersebut.

Pertengahan 1990an di Inggris ponsel sangat populer, beratnya sekitar 247 gram, yang alhasil menambah bobot tas menjadi 1,4 kilogram. Maraknya penggunaan Apple iPod kemudian menambah beban menjadi 1,6 kilogram.

Bobot yang harus dipikul terus meningkat ketika semakin banyak perempuan menggunakan laptop. Beban yang dipikul kemana-mana pun merangkak ke 3,5 kilogram pada tahun 2006 dan 2007, saat penjualan teknologi itu mencapai puncaknya.

Pada masa itu, ponsel dan berbagai perangkat tangan, seperti pemutar musik MP3, laptop, bahkan berbagai alat pengisi energi (charger) adalah barang yang biasa ditemukan dalam tas perempuan.

Masuknya perangkat-perangkat komunikasi layaknya iPhones dan Blackberry mengurangi bobot tas tangan. Hal ini didukung juga dengan tren terbaru tas tangan perempuan yang cenderung lebih kecil.

Perkembangan teknologi rupanya tidak banyak membantu. Bagian terberat dalam tas perempuan ternyata didominasi oleh perlengkapan kecantikan, seperti kosmetika, cermin, sisir, dompet, minyak wangi, sikat gigi, buku catatan, dan obat sakit kepala.

"Teknologi boleh terus berkembang, sebuah tas tangan perempuan akan selalu melekat dengan reputasi 'Mary Poppins' karena perempuan mempersiapkan segala seuatu di dalam tasnya," jelas Tebbitts, mengacu pada tokoh utama film musikal produksi Walt Disney tahun 1964 itu.

Belinda White, editor dan pengarah busana pada ww.handbag.com yang merupakan laman tentang busana dan kecantikan, mengatakan bahwa puncak tren tas tangan berukuran besar mencapai puncaknya pada 2007 dan 2008.

Ia menjelaskan, perempuan menyadari bahwa kenyamanan tidak diperoleh dari tas tangan besar yang bahkan dapat menyimpan hidup pemakainya. "Tidak sehat bagi punggung Anda," katanya.

"Sejak lama saya percaya semakin besar tas Anda, maka semakin banyak sampah yang dibawa di dalamnya, dan sering membawa lebih dari sebuah tas kecil ke kantor dan bersikap terlalu keras terhadap diri sendiri," kata White.

Ia menambahkan, "Tentu saja iPhone sangat membantu, tidak perlu sebuah alat serba guna, termasuk penunjuk jalan dijital, kamera, catatan harian, buku telepon, bahkan iPod saya lebih kecil dari alat serupa yang saya miliki tiga tahun lalu." Baca Selengkapnya>>

Ilmuwan Puji Presiden Bentuk Komite Inovasi Nasional

Ilmuwan Puji Presiden Bentuk Komite Inovasi Nasional
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (tengah) berbincang dengan Presiden RI ke-3 B.J. Habibie (kanan) dan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah (kiri) setelah tiba di gedung Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), Puspitek, Serpong, Tangerang, Banten. (ANTARA/Widodo S. Jusuf)
Jakarta (ANTARA News) - Komunitas ilmuwan yang tergabung dalam Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) menyambut baik inisiatif Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membentuk komite inovasi nasional.

"Kami memuji inisiatif presiden ini," kata Ketua AIPI Prof Dr Sangkot Marzuki seusai penyampaian pandangan presiden untuk pengembangan iptek di hadapan komunitas ilmu pengetahuan di Puspiptek, Serpong, Banten, Rabu.

Dalam kesempatan itu AIPI juga menyerahkan buku "Memorandum AIPI, Prospek Indonesia 2030" yang berisi pemikiran dan pandangan AIPI mengenai peran ilmu pengetahuan dalam pembangunan bangsa kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Menurut Sangkot dalam buku tersebut, sistem nasional inovasi perlu segera dimapankan dan dimanfaatkan untuk mempercepat pemanfaatan teknologi lokal yang dipatenkan seperti dituntut WTO yang akan diberlakukan pada 2020.

Ia mengatakan, sistem tersebut telah membawa banyak negara ke tingkat kemajuan yang tinggi di mana dalam dasawarsa terakhir inovasi teknologi yang dihasilkan telah memberi kontribusi 50 persen dalam pertumbuhan ekonomi.

Sistem nasional inovasi, lanjut dia, merupakan sistem yang menjalin berbagai institusi pemerintah, swasta, lembaga keuangan, lembaga jasa, serta lembaga kemasyarakatan yang memungkinkan untuk dikoordinasi dan menghasilkan produk iptek yang bisa dimanfaatkan para pelaku ekonomi.

Menurut dia, memang diperlukan lembaga khusus dengan misi mempelopori pengembangan industri di Indonesia untuk meningkatkan daya saing industri manufaktur tradisional seperti batik dan keramik, meningkatkan efisiensi teknologi dan mempercepat pengembangan industri baru.

AIPI yang didirikan berdasarkan UU no 8 tahun 1990 merupakan wadah ilmuwan Indonesia untuk memberi pertimbangan kepada pemerintah dalam mencapai tujuan nasional.

AIPI merupakan anggota InterAcademy Council yang merupakan suatu badan internasional kumpulan akademi ilmu pengetahuan seluruh dunia seperti halnya US National Academy of Sciences atau Chinese Academy of Sciences.

Sementara itu, Pendiri AIPI, Prof BJ Habibie dalam konferensi pers mengatakan, anggaran bagi institusi riset dan teknologi di tanah air saat ini hanya 10 persen dari yang didapatnya pada eranya menjadi Menristek.

"Dulu misalnya sumbangan terhadap AIPI 1.000 dolar AS (per ilmuwan per bulan -red), sekarang hanya 100 dolar AS," katanya.

Ia juga mengatakan, anggaran bagi kementerian ristek dan Lembaga pemerintah nonkementerian (LPND)-nya sebesar Rp1,9 triliun pada 2010 yang disebutkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono naik dari 2005 sebesar Rp1 triliun, jelas masih kurang.

Pada kesempatan itu pula Duta Besar AS untuk RI Cameron R Hume menyampaikan pesan Presiden AS Barack Obama di hadapan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan komunitas iptek Indonesia untuk meningkatkan kerja sama di bidang ilmu dan teknologi. Baca Selengkapnya>>

Subcribe

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Subscribe to WelcomeToKahfiBlog by Email
 

Tukeran link

Copy kode di bawah masukan di blog anda, saya akan segera linkback kembali Kahfi Blog Untuk Link Blog Saya Yang Berupa Tulisan ^_^BLOG SEORANG KAHFI YANG SEDANG BELAJAR BLOGGING^_^

Link

    Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta http://siblog.akprind.ac.id Download Software, Review, Tips, Triks AdSense, Tutorial Blog, Bisnis Penghasil Dollar, cara buka Paypal/Alertpay, tips google adsense, bisnis internet, pusat bisnis online Kolom blog tutorial EDIT_HTML eljaholic.co.nr Image Hosted by ImageShack.us snexcommunity.blogspot.com ihsan's blog Guestbook Gubuk blekenyek Lirik Lagu Indonesia Terbaru Photobucket zakariasunan.blogspot.com tips dn trk blogger blog dalimunthe Submit URL

    Page Rank Checker Page Rank Checker is a free tool to check the page rank of any web site easily, without the need to install Google toolbar. This tool also allows you to display the page rank value of your web site right on your web pages.

    http://mancagok.blogspot.com/ DONALCOM belajar bisnis affiliasi Blog Tutorial – Blogger Tips Komunitas Bloger Yogyakarta - CAHANDONG.ORG smartdots - smart dots for a smart net!

Blog Rank

Review kahfikepretz.blogspot.com on alexa.com
Tulis DiSini Always No Spam

Mau punya buku tamu seperti ini?
Klik di sini (Info Blog)

Followers

Kotak Penggemar

Kahfi Blog on Facebook